Malam yang begitu indah, akulah sang rembulan perawan yang kau rajah dengan rajamu. Lalu dari belahan dada, mengalirlah sederas puisi yang tercipta dari degup jantungku. Di sana ada sebuah seruan, kau kini adalah pemilik dari segala tubuhku yang tumbuh menjadi larik-larik puisi. Maka bacalah dengan kecupan-kecupan kecil hingga tuntas. Agar kau dapat mengerti, puisi ini adalah cintaku. -Dan-
BUKAN SEKADAR DARAH YANG MEMBUAT HASRAT. Oleh : Nur Alif Prasetyo Ada jerami yang menjual darah, Di balik raga yang ringkih di timpa angin. Ia punya rasa membelah angkasa, dan menghujam ke dasar samudra. Padahal sorotnya ringan dan sahaja. Bukan sesuatu yang buat lari Ingatlah Mereka penuh darah Mereka suka kamu Mereka akan menerkammu  
Bianglala berhenti berputar Suara riuh gaduh sekitar mengisi rongga telinga Ku alihkan pandangan Sedang mencari Ku edarkan pandangan lebih luas Masih mencari Ketakutan mulai menyelimuti "Dimana?" Aku hanya berdiri tanpa pergi Mulai menangis tersedu-sedu Sesuatu yg menakutkan itu persis disampingku -
Motor kita terus melaju dengan kecepatan sedang. Menembus angin jalanan Magelang – Jogja  yang sudah tercampur polusi. Jalanan yang lurus dan cukup lengang membuatku merasakan beban semakin berat. Rupanya, di belakangku kamu mengantuk. Masih sepagi ini – pukul 8, kepalamu sudah berkali-kali terantuk helmku. Payah! Katamu kita mau main? Aku lantas menepikan motorku ke minimarket terdekat. Masuk sebentar, dan memberimu sebotol...
Seorang laki-laki yang tidak begitu populer datang dalam pikiranku. Menjejal dengan banyak pertanyaan yang membuatku bebal. Selama hidup berapa kali kamu berpindah-pindah? Mungkin lebih mudahnya, dalam sehari berapa kali kamu berpindah? Jawaban yang paling mudah adalah banyak sekali. Lalu apa yang kamu dapat dari perpindahan itu? Tentu banyak juga. Sayangnya, tidak banyak yang bisa dipetik. Seolah semuanya berlalu begitu saja....
Sabun sebagai bahan pembersih yang sangat lekat dengan kehidupan kita. Sabun telah menjadi kebutuhan pokok seperti layaknya makanan yang kita konsumsi setiap hari, setiap waktu. Bagaimana tidak? Sabun digunakan ketika kita mandi, selesai makan, membersihkan pakaian, lantai, kendaraan, bahkan buah dan sayur yang akan kita masak. Kalau tidak ada sabun, kita bisa apa? Beberapa waktu lalu saya tertarik untuk mempelajari...
Sebelum terlalu jauh aku sudah mengingatkan. Membaca tulisan ini akan menimbulkan efek samping seperti ambigu, ingin banting hp dan langsung log out! Aku manusia biasa. Satu-satunya yang bilang aku bidadari adalah pacarku, itupun saat pedekate dan akhirnya sebutan bidadari berubah jadi satan ketika kami putus Ckkk..! Aku manusia biasa walaupun bukan rocker tapi aku punya hati dan rasa. Aku akan tertawa...
“Tiap tahun Bayek selalu pulang kampung tapi kali ini berbeda. Kali ini dia tidak pulang untuk liburan. Bayek pulang, untuk pulang.” Judul buku: Ibuk Penulis: Iwan Setyawan Genre: Novel/fiksi Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: Cetakan pertama Juni 2012 - Cetakan kelima Desember 2017 Jumlah halaman: 293 halaman Harga: Rp78.000 (Pulau Jawa) Wara/blurb  Masih belia usia Tinah saat itu. Suatu pagi di Pasar Batu telah mengubah hidupnya. Sim,...
Bulan Ramadan katanya bulan penuh rezeki. Ya betul, karena rezeki bisa datang dalam bentuk apa saja. Jelas, belum tentu uang yang kuhasilkan dari hasil berdagang sehari-hari juga rezeki. Nyatanya, semakin banyak uang yang ingin kudapatkan, harus semakin keras pula usaha yang kulakukan. Kalau boleh memilih, sebagai janda aku tentu memilih bulan-bulan biasa, bukan bulan Ramadan. Alasannya, kalau bulan Ramadan, tenagaku bagai...
Basah kuyub oleh rapuh Mungkin cintaku memang anyir Sudi dibuang mati terkapar Darah merana rona "Hei, gadis bodoh! Kenapa masih di sana saja? Kau tahu rumah itu takkan mungkin terbuka lagi untukmu. Pergilah!" Aku melihat kearah suara itu sambil masih duduk merangkul kedua lututku. Sudah yakin itu pasti dia. Dasar Waska! Dia tidak tahu dan mengerti sudah seberapa air mata ini tumpah jadi nanah demi...