Judul buku: Succubus Dreams Penulis: Richelle Mead Genre: Roman-Fantasi-Humor (21+) ISBN: 978-602-9267-15-0 Jumlah halaman: 416 halaman Hak cipta terjemahan Bahasa Indonesia Dastas Books Cetakan pertama: Oktober 2011 "Alasannya tidak penting. Yang penting dia melakukannya atas kehendaknya sendiri. Bukan hakmu untuk mempertanyakan keputusan yang dibuatnya." ----- Buku ini berkisah tentang seorang Succubus wanita bernama Georgina Kincaid yang memiliki pacar manusia, Seth Mortensen. Georgina dan Seth saling mencintai dan membutakan diri...
Tidak ada yang tahu perihal hati, tentang baik dan buruk. Dia menjadi tempat sir (rahasia) pada diri manusia. Sehingga dibutuhkan komunikasi untuk menerjemahkan apa yang ada di hati agar bisa dipahami secara universal. Seperti pesan rahasia yang dienkripsi harus dideskripsi untuk bisa mengerti isinya. Kita juga tidak tahu apa yang sedang terjadi di hati seseorang, sebelum dia benar-benar jujur...
Sebuah cerita perjalanan yang tak penting apalagi menarik, tapi tak terlupakan bagiku _ Agen Travel yang Seenaknya pada Arus Balik Mendapat panggilan interview sehabis melamar pekerjaan memang tantangan yang juga menyenangkan bagiku. Menyenangkan, apalagi kalau harus ke luar kota. Hitung-hitung eksplorasi kota baru. Sayangnya, belum punya SIM membuatku harus ke sana ke mari menggunakan kendaraan umum. Enaknya, tidak usah repot-repot memikirkan kendaraan sendiri....
Remaja merupakan tongkat estafet bangsa menuju masa depan cemerlang. Di era globalisasi dengan arus informasi yang semakin terbuka ini, remaja membutuhkan arahan agar dapat mawas diri dalam merencanakan kehidupannya di masa mendatang. Hal tersebut menyebabkan sosok panutan atau public figure yang menginspirasi di kalangan remaja juga dibutuhkan. Salah satunya Fandy Matondang, seorang mahasiswa Agribisnis Universitas Sumatera Utara (USU). Lelaki berusia...

Suara Malam

Yang ku miliki hanya petang Dia tak akan mungkin datang Jiwa ku selalu goyang Dihantui bayang bayang Tak akan pernah ku mendapat tenang Biar ku nikmati walau hanya bias Tapi tetap ku tulis dalam sebuah kertas Ingat. Malam tak berhak memiliki matahari Dia hanya berhak merasakan bias matahari Karena baginya matahari hanyalah mimpi Bukan untuk dimiliki #crmascurut  
Selamat Idul Fitri, goodwriters. Mohon maaf lahir dan batin ya atas segala salah dan khilafku. Permintaan maaf ini tidak cuma formalitas, kok. Sungguh, di bumi Penakata ini pun, kadang masih skip membaca tulisan teman-teman, berkomentar yang mungkin kurang berkenan di hati, dan sebagainya. Ah, hari ini adalah pemurnian hati setelah sebulan berperang dengan hawa nafsu. Kalau boleh jujur, yang kurindukan...
"Pagi, Yang Esa," sapa hari ini untuk Sang Maha. Memang segalanya sudah digariskan dalam takdir. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Apa pun itu, bahkan konsep atau ide yang muncul tidak semata-mata karena kamu, aku, atau kalian, tetapi karena-Nya. Sehingga kita akan belajar ikhlas untuk menerima segala kemungkinan yang sudah atau akan terjadi. Banyak sekali pelajaran yang saya dapat...
Aku datang menghampiri semua insan. Tidak peduli rupawan atau bukan. Tak memandang bergelimang harta atau sebaliknya. Selalu kutawarkan pada mereka sebuah kesempatan. Bagi siapa saja yang sudi, menjamah, merengkuh, dan aku berharap ada yang mau memilikiku. Bersediakah kamu? Sayangnya, kamu, dia juga mereka memandangku tak berharga. Aku memang murahan, tak punya nilai. Kerap aku diabaikan, diremehkan, dihina, didustai, diolok, dimaki. Aku memang murahan, karena tak peduli dengan segala...
Tim Horas adalah salah satu organisasi yang berada di bawah naungan Universitas Sumatera Utara. Berdiri sejak tahun 2011, Tim Horas sudah mencapai banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Organisasi yang bergerak di bidang otomotif perakitan mobil hemat energi ini, beranggotakan mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin USU. Organisasi yang sudah membawa nama baik Indonesia di kancah internasional ini...
Gemah takbir terus berkumandang. Allahuakbar ... Allahuakbar... Sholat Id pagi tadi berjalan lancar di kampung nek Inem. Suasana terlihat sedikit mendung, namun tidak ada gerimis apalagi hujan. Teduh dan sejuk. Setelah sampai di rumah, nek Inem langsung berganti pakaian yang biasa ia pakai sehari-hari. Ia berniat untuk menyibukkan diri daripada berkutik dengan kesepian yang sering tiba-tiba menghantam. Tidak ada kemeriahan apapun...