Malam yang begitu indah, akulah sang rembulan perawan yang kau rajah dengan rajamu. Lalu dari belahan dada, mengalirlah sederas puisi yang tercipta dari degup jantungku.

Di sana ada sebuah seruan, kau kini adalah pemilik dari segala tubuhku yang tumbuh menjadi larik-larik puisi. Maka bacalah dengan kecupan-kecupan kecil hingga tuntas. Agar kau dapat mengerti, puisi ini adalah cintaku.

-Dan-