Sharing is Charing.

Sebelum aku menulis mini writing tips ini, dan postingan selanjutnya, selanjutnya. Aku mau tahu dong, tips-nya bermanfaat nggak sih? Kalau bermanfaat, akunya juga semangat membara untuk berbagi, di sela-sela editing naskah dan revisi yang numpuk. Makanya, unggah postingan jarang banget /curhat terselubung/

Jika berkenan, tinggalkan komentar ya? Hehe rada maksa.

Baiklah, pada unggahan ini akan kubahas Ragam Kata Yang Melebur Saat Bertemu Imbuhan. Semoga uraianku mudah dipahami,

Kutulis tiga poin penting yang bisa dijadikan pegangan, ‘Ragam kata yang melebur ketika bertemu imbuhan’

1. Kata melebur adalah kata yang diawali huruf, K, T, S, P.

Contoh, sapu, pengaruh, pungkir, sikat.
Kata-kata contoh tadi akan melebur jika diberi imbuhan me-. Menjadi; menyapu, memengaruh, memungkir, menyikat.

2. Kata melebur lebih dari satu suku kata. Dengan kata lain, satu suku kata tidak bisa melebur.

Misal kata ‘pel’ tidak bisa melebur. Justru, satu suku kata, harus diberi imbuhan lain, jadi ‘mengepel’.

3. Huruf pertama dan kedua terdiri dari konsonan-vokal. Contohnya; pinta – meminta. Pengaruh – Memengaruhi. Koreksi – Mengoreksi.

Jika huruf pertama dan kedua, Konsonan-Konsonan. Kata tersebut tidak dapat melebur. Contohnya; Transfer – Mentransfer. Traktir – Mentraktir.

Sekian penjelasan dariku. Jika ada yang salah, mohon dikoreksi. Menerima segala kritik dan saran. Apalagi kalau isi postingan ini, ada yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Mari sama-sama belajar dan mempelajari bahasa persatuan kita, Bahasa Indonesia.

Salam Literasi

8 KOMENTAR