pixabay.com/StockSnap

Berhenti sejenak dalam Khayalan syurga
Mencatat sebuah fakta dimana tempat Geta begitu gelap
Di tambah dengan ilmu mereka yang ku telan Matang-matang
Banyak dari Segelintir kertas yang menceritakan sejuta derita
Bismillah, aku beranikan diri membuat puisi Fakta.

Untukmu wahai Oknum Negara
Sudahkah anda lupa dengan Kami yang telah menyuarakan anda
memenangkan anda tanpa serangan fajar
Inikah balasan dari kemenangan anda?.

Hoax dan kebencian masih tersebar.
Kebenaran dan keadilan masih njomplang.
Korupsinya masih gampang.
Rasis dimana-mana. Katanya “Bhinneka Tunggal Ika”.
judge mental masih ada. Perang antar saudara dimana mana.
AGAMA LU APA?, Bung buka matamu.
Sesama agama saja masih sering bertempur dan saling menghina satu sama lain.
Maka dari itu, bisakah itu semua terhapus? Atau setidaknya tidak tambah parah.

Saya tinggal disini tidak di tanah sendiri, tapi milik Negara.
Bukan karna saya sok. Melainkan saya peduli.

Karna kalo kena, Kita semua kena imbasnya.

Ingat tragedy lalu, sudah berapa anak muda yang menyuarakan kebenaran. Hilang dari permukaan. apakah itu akan terjadi pula kepada anak anak yang menyuarakan kebenaran?

2 KOMENTAR