Edit photo by Mimin Kacaku

Reviewer and author by M.T. Nasution

Judul : Psikologi Pernikahan

Penulis : Muhammad Iqbal, Ph.D.

Tahun Terbit : April 2018

Tebal : xvi + 160 halaman

Buku ini ditulis oleh seorang akademisi sekaligus konsultan keluarga, dengan judul dan sampul yang bagi saya cukup menarik, maka beberapa bulan lalu saya memutuskan untuk membeli dan membacanya, walau pada akhirnya saya sedikit kecewa karena ternyata yang saya dapati isinya tidak sesuai ekspektasi.

Tapi bukan berarti buku ini tidak bagus atau kurang kebermanfaatannya ya. Hanya saja memang karena sebelumnya saya mengira, buku ini akan lebih secara mendalam dan detail membahas psikologi pernikahan seperti karya-karya Fauzil Adhim, Salim A Fillah, atau Cahyadi Takariawan.

Tapi ternyata isi buku ini, bagi saya cukup ringan, karena berisikan materi-materi pernikahan yang sangat dasar.

Seperti masalah suami yang suka main game online, pentingnya pendidikan pra nikah, mengenai memilih pasangan lewat media social, dan materi lainnya, yang lagi-lagi saya sampaikan, semua dikemas dengan penjelasan yang sangat-sangat dasar.

Maka, bagi pembaca yang ingin mendapatkan materi yang mendalam, lengkap dengan dalil, serta fiqh para ulama tentang pernikahan, buku ini tidak rekomended, namun buat bara remaja atau muda-mudi yang mungkin baru saja “hijrah” atau sudah memutuskan ingin belajar tentang pernikahan yang baik dan semestinya itu seperti apa, nah buku ini bolehlah dijadikan daftar bacaan, bersanding baca dengan buku “Udah Putusin Aja” nya Ustadz Felix, hehe.

Desain isi buku ini juga meriah, didominasi dengan warna hijau dan kartun suami istri di beberapa halaman.

Oh iya, sang penulis beberapa kali membahas dari sudut pandang  orang yang berpacaran loh, yah, mungkin seperti tadi yang tadi saya sampaikan, buku ini benar-benar cocoknya untuk yang baru hijrah, atau baru ingin belajar ilmu pernikahan.

Selanjutnya, penulis juga lebih banyak mengambil referensi dari para ahli seperti Hurlock, Goodwin, Sigelman, dan para pakar dari barat lainnya, hanya sedikit saya temukan dalil dan perkataan ulama, tapi begitu, buku  ini mendapat kata pengantar dari Ustadz Abdul Somad loh.

Beberapa poin penting yang dibahas pada buku ini adalah tentang:

*Perencanaan dalam pernikahan dan Keluarga

*Pentingkah pendidikan Pranikah?

*Memilih jodoh pada era Milenial

*Cinta dalam pernikahan

*Mengelola Konflik dalam pernikahan dan Keluarga

*Selingkuh pada Era Digital

Dan lain lain

Pada intinya, dari buku ini bisa disimpulkan, bahwa pernikahan itu tak semudah dan melulu indah seperti yang ditampilkan akun akun pembawa badai baper di sosmed, sang istri berlari, sang suami mengejar, sambil saling tertawa, diiringi sound ‘Ana uhibbuka fillah’. Tidak pemirsah, tidak.

Nikah itu ibadah penuh pahala, maka ujian dan cobaannya juga pastilah besar, harus memiliki jiwa yang tangguh, mental yang kuat, serta ilmu yang mumpuni, agar bisa mengarunginya dengan baik, hingga sampai pada pelabuhan Ridhanya Allah.

Tiap waktunya pastilah masalah demi masalah menghampiri, mulai dari perkara remeh temeh, hingga perkara yang hampir memporak porandakan segalanya. Maka waspadalah, waspadalah.

4 KOMENTAR

  1. Aku malah fokus ke sampul bukunya. Sering melintas juga di kepalaku, mengapa pasangan selalu identik dengan gambar sepasang cangkir berikut isinya, ya? Apa karena sebuah hubungan itu agar langgeng harus ada komunikasi dua arah yang santai dengan ditemani minuman kesukaan masing-masing? *Hiks, mendadak berkabut dan panas nih mata. Siapa yang tega bawa irisan bawang ke sini? 😥😢😭

    Salam kenal, Bang. Selamat datang di Penakata. Eh, kayaknya ini bukan akun Abang, ya? Semoga tertarik untuk gabung dan baca-baca juga deh. 😆🤗