Sumber gambar https://pixabay.com/qimono

Mengambil keputusan memang butuh keberanian. Ada resiko yang harus dihitung ada prilaku yang mestinya berubah. Keputusan adalah memilih pilihan dari berbagai jalan yang ada di depan kita. Setelah yakin, melangkahlah tanpa ragu dan takut. Setidaknya sudah ada arah tujuan yang jelas. Tinggal bagaimana prilaku dan usaha yang kita torehkan.

Memang memutuskan pilihan itu tidak mudah. Namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Sederhananya akan ada yang dilepas dan ada yang dipegang. Meskipun keiginan dalam hati tidak akan rela melepaskan semua itu. Tapi untuk hal yang lebih baik kenapa tidak? Toh propabilitas awalnya juga bernilai fifty-fifty alias sama persis.

Kita analogikan agar lebih mudah untuk memahaminya. Ada banyak jalan menuju Roma. Tapi semua jalan itu memiliki kemungkinan berhasil yang sama. Mau jalan A atau B atau C dan yang lainnya. Memiliki kesempatan yang sama tidak beda sedikit pun. Apakah anda akan memilih semua jalur itu? Atau 2 jalur yang berbeda? Bahkan 1 jalur aja cukup? Coba renungkan sebentar.

Manusiawi, kalau ingin mencoba dan merasakan semua jalan dan kemungkinan. Tidak ada yang melarang juga dan tidak salah juga. Coba aja semuanya asal tidak hanya coba-coba terus. Perempuan juga akan marah kalau hanya dibuat coba-coba. Apalagi sesuatu yang pasti dan punya konsekuensi. Mungkin hati masih punya perasaan. Tapi tidak untuk perusahaan ataupun instansi yang punya aturan.

Lalu ada 3 jalur yang kamu pilih dan serius melakukannya. Ini adalah jalur dihal yang sama. Bagaimana kalau ada 2 jalur yang sama tapi berbeda dari pilihan pertama. Jadi ada 5 jalur dalam 2 tujuan yang berbeda. Apakah kamu tidak capek? Membagi waktu dalam 5 jalur untuk 2 tujuan. Belum lagi kalau ada 5 tujuan dan di dalamnya kamu pilih 3 jalur. Wow! Ada 15 jalur dengan 5 tujuan berbeda. Gue tidak bisa bayangin sob. Gimana runyamnya hidupmu. Sibuknya waktumu. Capeknya badanmu.

Now! Saya mau tanya. Kenapa kamu dulu sekolah cuma di satu almamater? Kenapa ngak masuk SDN 1 dan SDN 2? SMA juga. Kenapa tidak masuk SMA 1 dan MAN 1 atau SMKN sekalian? Why? Coba jawab!

Kalau dulu kamu mudah menentukan pilihan. Mengapa sekarang bingung memilih diantara sekian banyak pilihan?

Padahal dengan memilih satu jalan kamu tetap akan bertemu dengan hal-hal baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kita akan dibukakan pintu pengetahuan yang tidak disangka-sangka. Pastinya jika kamu benar-benar yakin dan fokus dengan apa yang kamu pilih. Karena memilih boleh salah tapi tidak dengan ragu-ragu.

Hal baik akan keluar dari niat yang baik. Meskipun dalam kebaikan itu tidak luput dari pandangan buruk. Tapi tantangan hari ini adalah menentukan pilihan dengan yakin! Bukan coba-coba. Meski belajar kadang diawali dengan percobaan. Tapi keyakinan adalah bentuk tekad bulat tanpa ragu sekalipun.

Lalu pertanyaan saya adalah kenapa kamu hanya memilih satu agama? Tidak dua ataupun semuanya? Tanpa memandang itu salah atau benar. Cobalah merenung dan tata kembali tujuan dan pilihanmu. Sebelum waktu menggerus dalam penyesalan.

 

Selamat pagi kamu yang selalu ingin maju!

14 KOMENTAR