www.pixabay.com

Awalnya aku menulis di tempat lain. Di sana aku menemukan banyak teman. Hingga pada suatu hari aku menemukan akun yang kontennya sangat menarik. Aku selalu betah membaca tulisannya. Walaupun harus berulang-ulang membacanya, aku tidak pernah menyerah untuk mendapatkan nilai yang terkandung di dalamnya.

Aku mulai mencari tahu siapa kamu. Menunggu updatean tulisanmu. Bahkan aku memberi apresiasi yang sangat tinggi padamu. Hingga suatu hari aku dibuat terkejut oleh pemberitahuan tentangmu di akunku.

Kamu meresponku. Betapa bahagianya aku saat itu. Aku sering bercanda denganmu lewat kolom komentar, bahkan banyak tulisanku tentangmu. Termasuk tulisan yang berjudul “Genggaman Terakhir” itu.

Tapi ternyata, takdir berkata lain. Setelahnya aku menulis prosa dengan judul “Genggaman Terakhir”, platform itu tutup. Aku sedih dan mencari tentangmu. Tapi aku tak kunjung menemukan lagi.

Bertumpuk-tumpuk puisi dan tulisan lain tentangmu. Rasa rindu di dada semakin menggebu. Aku ingin sekali tahu tentangmi lagi. Bahkan jika ada kesempatan, aku ingin berjumpa denganmu.

Semakin hari, aku dibuat kehausan kabar. Aku terus menulis di platform yang ternyata kamu tidak menulis di dalamnya.

Entah ada angin apa, setiap tulisanku sampai padamu. Ada rasa bahagia yang tersembunyi, berharap kamu menghubungiku.

Dear, kamu yang kusebut Pangeran. Aku ingin tidak hanya dalam dunia maya aku mengenalmu. Tantanganmu untukku membuat karya, sedang dalam proses penyelesaian.

Aku senang dapat mengenalmu. Walau kamu jarang muncul, aku selalu memperhatikanmu. Kamu salah satu inspirasiku dalam menulis.

Berharap, suatu saat aku bisa berkunjung ke kotamu atau menghadiri acara yang kamu adakan. Tentunya acara yang sangat bermanfaat.

Dan setelah bertemu denganmu, aku bisa menceritakan tentangmu yang sesungguhnya. Tentunya, menjadi kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan.

Terima kasih. Karena kamu dan orang-orang di sekitarmu, akhirnya aku ada di sini. Love you.

Salam hangat.

Salam Satu April Untukmu.

Sumedang, 01 April 2019

20 KOMENTAR

  1. 😍😍😍 Ah, tentangmu yang selalu menguasai pikiranmukah dia? Wkkwwk. Pangeran berkuda putihkah dia? 🐴🐴

    Pangeramnu sudah membaca tulisanmu yang di sana dan di sana, serta yang di tempat kita dulu juga karena aku suka mengirimi dia link-nya. Wkkwkwkw. Dia sering tertawa kalau aku kasih link kamu, Brina. Dia suka bingung harus membalas kayak gimana dan melalui apa. Oh, aku merpati pos dia. *bip bip bip ada yang salah dengan kepalaku wakakakakπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Maafkan, aku. Entah mengapa, aku suka membaca tulisan kamu tentang dia. Suka saja. Dia juga suka. *ember deh gue 🐳🐳

    ** 😡😡😡 Mendadak lapar nih.

  2. Iya, dia jahat, selalu menguasai pikiranku. Orang2 mungkin menertawakan tulisanku. Entah aku yang terlalu polos, sebab semua tulisan mengalir apa adanya. Dia pangeran kata, dia, aaaahh aku kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikannya.

    Banyak org memintaku untuk menulis di sini. Aku maju mundur untuk mengiyakan. Hingga tiba suatu hari, aku sedang benar-benar merindu. Kuberanikan membuat akun ini. Daaaan jadilah..

    Iya kakak, kakak memang merpati putih. Kupikir kakak ngerjain aku. Teganya denganku. Sampai aku kaget ada bbrp akun di K**us yang memintaku untuk gabung di sini. Huwaaaaa aku guling2 di kasur. Ga belajar gak liat2 pkonya.

    Kakak suka membaca diari anak labil? Sungguh luarbiasa. Hahaha aku tertawa puas. Wkwkw

  3. Salam hangat bulan April. Hujan mulai turun di setiap jengkal tanah ini. Sampai dia meresap ke dalam tanah lalu mengalir ke muara. Secairnya hidup ini tentu akan berjalan dengan harapan. Takdir pun akan mengikut pada apa yang kita yakini.

    Wuih jadi tidak sabar menunggu karyanya yang mau selesai. Serius? Karya apakah itu? Sepertinya spesial sekali. πŸ™πŸ‘πŸ‘πŸ˜