“Schadenfreude”

:Faruq, Pekalongan.

bermain dengan piano, lalu ku bernyanyi,

mengangkat ke atas, lalu kau tertawa.

Thank you.

Anak berjalan riang saat malam, berbau sebuah minuman yang begitu enak membuat semuanya melayang. Genggaman tangan yang tak ku raih. membuatku hilang kendali.

Bunga menjadi debu, Semua dinding retak.

Teriakan kekalahan keras terdengar membuat telinga ciptaan Nya berdarah.

Memikirkan sebuah makna keras semalam. dengan alunan melody gitar. Tikaman Pisau tajam dari kata-kata leluhur dulu yang selalu membuatku terkunci, terkutuk tak bisa mempelajari apapun itu di depan mata.

Mereka bilang aku bisa. nyatanya aku meretakan Dimensi kedua.

Mereka bilang aku berhasil. Nyatanya aku hanya membuat melodi semakin buruk karna tekanan batin yang terus-terus mengunyahku, “DespairΒ  fills in my life.”

Kau masih saja tetap tertawa bersama mawar merah.

semuanya terus saja tertawa.

Sekarang ku terkunci, dan itu “Schadenfreude” untuk mu.

Based on True Story

9 KOMENTAR