Apa itu definisi dewasa? Apakah dilihat dari usia kita yang mungkin sudah bukan remaja lagi. Kedewasaan seseorang memang tidak bisa dinilai hanya dari usianya saja. Meskipun menilai seseorang itu dewasa atau tidak bukan hanya dari satu sisi saja. Kita pun harus tahu dari kebiasaan, perilaku dan karakter seseorang tersebut dari kesehariannya.

Pasalnya, saat aku bekerja dulu kebetulan kami bekerja secara tim. Karena produksi yang kami kelola itu baru dan kami butuh saling bekerja sama serta belajar satu sama lain. Aku bekerja tidak hanya di ruangan namun harus terjun juga di lapangan. Melihat proses produksi secara langsung mengecek kualitas apakah sudah sesuai standar atau belum. Kami suka bertukar pikiran dan mencoba menyelesaikan masalah bersama-sama. Seolah-olah kami sedang mendirikan sebuah perusahaan baru dan itu tidak mudah.

Untung saja, kami memiliki atasan yang sangat baik dan mau memahami kami yang memang masih awam ini. Pokoknya kami sudah seperti keluarga, bahkan waktu beliau merayakan Natal di Hongkong kami memberikan hadiah sebuah bantal tidur sebagai teman selama di perjalanan. Sepulangnya dari sana beliau membawakan kami oleh-oleh. Wah, kami senang sekali hihii. Aku sungguh merindukan suasana itu. Meskipun terkadang kami pernah berselisih paham namun hal itu tidak berlarut-larut, karena kami adalah satu tim.

Sebagai sebuah tim, kami memang harus solid dan bisa bekerja sama dengan baik, meskipun sifat manusiawi seseorang suka muncul ada yang marah, merasa iri hati dan juga ingin lebih dominan. Tapi aku berusaha untuk bersikap profesional, walaupun aku pernah agak marah juga dengan partner ku yang merasa dia mampu melakukannya sendiri. Apabila marah aku lebih baik memilih diam. Ya, begitulah menyatukan pemikiran orang sama dengan kita memang tidaklah mudah. Namun, setidaknya kita harus meyakini bahwa di sini kita adalah tim dan kita bekerja untuk sebuah perusahaan. Apabila ada kesalahan kita semua yang akan menanggung resikonya bukan hanya satu individu saja.

Jadi apabila dalam satu kelompok, kita memang tidak boleh egois atau ingin menang sendiri. Atasanku pernah melakukan evaluasi bahwa partner ku apabila memang bekerjanya belum terkonsep. Usianya memang masih muda. Jadi, usia memang bisa saja memengaruhi kedewasaan seseorang. Pola pikir seseorang yang masih muda pastilah berbeda dengan yang memang sudah dewasa berdasarkan kematangan usia.

So, apakah tindakanku dianggap tidak dewasa? Sebagai pelajaran agar kita saling dewasa. Kenapa harus ada kata kita? Mungkin aku atau kamu saja seharusnya.

8 KOMENTAR

  1. Kamu yang mana, Bon? Aku ragu menebak karena gambarnya enggak jelas. Wkwkwk.πŸ˜‚

    Bon, gimana kalau pakai hangouts saja. Aku malas buka WA. Rasanya kalau ada chat lama aku balas enggak enak. Aku juga enggak terlalu suka berbagi nomor tuh. Beban, Bon. Wkwkwk. Maafkan. πŸ˜‰πŸ€“

      • Maaf, ya Bon. Aku dengan Nemoo juga chat pakai hangouts. Eh, kamu boleh menghubungi aku melalui surel juga kok. Motif komenku pasti ada alamat surel, ‘kan? Itu juga kalau memang ada yang mau kamu tanyakan atau bahas. Hehehehe. Maafkan aku, Bon. Aku melakukan itu sejak di Pm juga. Kontak mantan Pm-ku enggak banyak tuh. Segitu juga sudah diprotes Mbak Diva. Katanya kebanyakan. Wkwkwkwk. πŸ˜–

        ** Pagi ini di kotaku cerah. Perasaanku juga begitulah. Semoga harimu menyenangkan, Bon. Semangat!πŸ˜˜πŸ™†