Menjadi Angin

Aku akan menjadi angin
Yang datang hanya saat ada ingin
Kadang menyelipkan secarik dingin
Atau …, hanya membelai angin-angin

Biarkan menyentuh yang tersentuh
Meski tak pernah utuh
Kapan datang kapan pergi
Biarlah hanya ujung dedaunan yang mengerti

Karna angin tak pernah benar-benar berpijak
Dia menjadi bagian dari Sang Hyang Akasa
Ada tapi tiada, tiada namun ada
Begitulah adanya

Ikmal Wong Gendeng untuk Anis Hidayatie

5 KOMENTAR