Sumber gambar pixabay.com/cocoparisienne

Setangkup rindu kembali menjejali sukma
Berarak awan biru mengisyaratkan langit benderang. ‎Demi waktu yang pernah terlewati dahulu. ‎Setangkai anggrek bulan mencipta kisah syahdu.

Lalu selengkung senyum menghiasi bibirnya, menghantarkan kedamaian pada sudut hati yang merah. Geletar tanya hadir meminta jawaban. ‎Adakah lelaki itu setia pada janji yang dulu terpatri disepertiga perjalanan romansa?

‎Sementara perempuan penanti janji bergelung bersama detak waktu yang terus diejanya demi sua berujung bahagia, dambanya.‎ “Sudah kupatri semua janji ini, Adinda. Sudah kutegaskan pula rasa pada malam bermunajat, kaulah pemilik hatiku, kaulah jawaban atas resahku menanti pemilik ruang hampa jiwaku.”

Tersipu malu kala seuntai kalimat memenuhi lembaran putih digenggaman sang perempuan. ‎Masih teringat rupanya sang lelaki akan titipan kata itu kala kereta senja membawa sosoknya kian menjauh dari pandangan.‎ “Usah kau ragu, Adindaku. Langkahku menuju rantau adalah niat tuk mewujudkan keinginan hati meminangmu dalam halal takdirku. Percayalah, hanya namamu yang kueja di bait-bait doa malamku.”

Kembali tersipu malu merona pipi sang perempuan kala mengeja barisan pesan sang kekasih, semakin riuh saja kerinduan yang hadir di rongga merah dadanya untuk kekata sang kekasih.‎ Datanglah bersama layangan pinang, kusambut kau di titian setiaku, duhai lelaki.

Jelang senja yang menebar aroma sendu pada tatap ini semakin menghadirkan gelayut kegilaan. Nelangsa sirna terganti pekik haru. ‎Meski jenuh mengoyak jeruji tunggu, namun semua terlebur bersama waktu yang berlalu. Genangan yang meluruh hanya pelampias semata agar tak menyesak menunggu.
“Cepatlah kau pulang membawa segudang cerita baru, meski celoteh manja tak sabar tercetus oleh bibir ini. Adinda merinduimu, kekasih.”

Jemari bertaut pada taman bunga tempat melepas pamit kala itu. Tatapan bening dari sepasang kekasih menguratkan kesedihan, kala itu, hanya mampu bertatap dalam kerelaan terpaksa. Menanti biarlah mewakili rasa gulana yang enggan terucap. Setangkai anggrek bulan, masih beraroma rindu akan hadirmu, lelaki berinisial R.

Celebes, 29 Januari 2019

DIKA

4 KOMENTAR