Exif_JPEG_420

Judul buku: Succubus Dreams
Penulis: Richelle Mead
Genre: Roman-Fantasi-Humor (21+)
ISBN: 978-602-9267-15-0
Jumlah halaman: 416 halaman
Hak cipta terjemahan Bahasa Indonesia Dastas Books
Cetakan pertama: Oktober 2011

“Alasannya tidak penting. Yang penting dia melakukannya atas kehendaknya sendiri. Bukan hakmu untuk mempertanyakan keputusan yang dibuatnya.”

—–
Buku ini berkisah tentang seorang Succubus wanita bernama Georgina Kincaid yang memiliki pacar manusia, Seth Mortensen.

Georgina dan Seth saling mencintai dan membutakan diri dengan segala perbedaan. Saling tahu dan mencoba memahami satu sama lain. Cinta selalu menjadi jalan tengah yang mempersatukan kembali dinding pemisah antara keduanya.

Tanpa Seth ketahui, Georgina tengah berusaha mencari jalan keluar atas teror yang terus menghantui dirinya. Wanita itu tidak sadar tengah menjadi sasaran perburuan, entah oleh apa atau siapa? Georgina hanya punya petunjuk berupa mimpi yang tidak jelas.

Di sana perkara menjadi semakin pelik ketika Seth menuntut sebuah pengertian karena merasa diabaikan dan tidak dihargai.

Perselisihan pun tidak terelakkan.

Di sisi lain, tanpa Georgina tahu, Sang pacar alias Seth Mortensen mempertimbangkan jalan pintas menjual jiwanya untuk menjadi seorang Succubus, agar dia bisa selamanya bersama Georgina.

Akankah kisah mereka bersatu? Lalu siapa dalang teror yang mengancam keselamatan Georgina?

Kelebihan: cerita ini menarik, romansa yang dibumbui teka-teki juga selingan humor. Dialog antar tokohnya ringan dan mudah dipahami. Disampaikan dari sudut pandang orang pertama, menjadikan cerita ini asik untuk diikuti.

Kekurangan: banyaknya tokoh pembantu kurasa membuat pembaca yang tidak terbiasa dengan cerita serupa akan kesulitan mengingat. Tetapi seluruh karakter di cerita ini punya peranan yang baik sesuai porsinya.

—–

Catatan reviewer:
Bagi yang tidak atau belum banyak membaca cerita fantasi juga mitologi mungkin kurang mengerti dengan ras-ras makhluk dalam kisah seperti ini. Contohnya,

Succubus: manusia yang hidup kembali tapi menjadi abdi neraka. Jiwa asli mereka telah mati, Succubus ketika masih jadi manusia menjual jiwanya pada iblis dengan imbalan yang sepadan untuk orang yang mereka cintai. Ada kontrak yang disepakati bersama sebelum melakukan perjanjian ini.

Nephilim: Anak keturunan malaikat dan manusia, nephilim dianggap aib bagi malaikat. Mereka seperti manusia tapi punya kekuatan malaikat dan biasanya menyembunyikan diri karena diburu oleh pasukan malaikat itu sendiri.

Imp: Iblis neraka yang menggoda manusia agar menjual jiwa mereka.

Membaca cerita ini, beberapa kali aku merasa menjadi tokoh utamanya. Entah mengapa, sifat dan cara berpikirnya terasa sangat mirip denganku. Terkadang dia sangat mendominasi, merasa sudah melakukan hal yang benar meski di mata orang lain dianggap bodoh dan kadang juga memang ceroboh.

Poin lainnya, selingan humor di cerita ini berhasil membuatku tertawa sendiri. Apalagi saat Georgina bersama dengan teman-temannya yang kompak tapi menyebalkan. Seringkali obrolan mereka membuat bingung dan memancing debat alot.

Over all, kisah ini memiliki pesan moral bersosialisasi yang bagus, bagaimana memosisikan diri terhadap teman, pasangan, atasan, bahkan musuh sekalipun.

“Kedewasaan seseorang ditunjukan dari cara dia bersikap.”

Yuke Neza
22.36
19 Juni 2019

2 KOMENTAR