Sumber gambar Pixabay.com

Sudah menentukan pilihan? Yes! Good writer selalu tahu apa yang mestinya ditulis dan tidak. Seperti itulah logika manusia. Berkecamuk ide dan konsep ataupun keinginan dan harapan. Tapi tidak mungkin dalam satu waktu kita mampu menyelesaikan itu semua. Ingat dalam satu waktu. So, memilih dan menentukan prioritas menjadi solusi yang mesti dipahami.

Saat sudah menentukan pilihan dan menyusunnya dengan skala prioritas. Kamu akan lebih mudah menjalani harimu. Adapun sesuatu di luar pilihan adalah gimmick kehidupan. Tidak usah dipikir terlalu dalam. Anggap saja itu hanya sebuah lika-liku yang akan semakin mendewasakanmu. Karena tujuanmu bukanlah di situ tapi di sana. Kalau banyak yang ngiri kamu ambil nganan saja.

Prioritas membawa kita pada effort yang lebih. Sangat tidak masuk di akal kalau ada orang bilang prioritasku itu kamu. Tapi secara perilaku dia tidak menunjukkan aktivitas yang lebih dibanding dengan yang lainnya. Jarang kirim kabar, jarang komunikasi, tidak tahu apa kegiatanmu. Sungguh aneh tapi nyata. Ini bukan kisah kasih di sekolah, bro. Kamu masih percaya digitu’in? Kalau gue sih ogah.

Prioritas memang bisa berubah-ubah tergantung dari peluang tercapainya tujuan. Sebagaimana pembagunan Indonesia saat ini yang lebih konsen pada infrastruktur. Mungkin akan berbeda kalau yang memimpin saya ataupun kamu bahkan mereka. Sehingga saat ada perubahan perilaku yang berbeda dari biasanya. Mungkin kamu sudah tidak lagi menjadi prioritas dalam hidupnya. Bisa jadi ada tujuan yang tidak bisa dipaksakan.

Sebagai gambaran kita lihat ke dunia bisnis. Seseorang pasti akan konsen dan fokus pada perkembangan usahanya. Prioritas waktu tentu akan lebih banyak digunakan dalam memajukan usaha tersebut. Tapi dalam kurun waktu tertentu ternyata usahanya tidak sesuai rencana. Pastinya dia akan memutuskan mau terus atau berhenti. Kalau terus harus bagaimana dan kalau berhenti mesti ngapa’in? Ini dalam bisnis. Apalagi dalam hubungan percintaan. Harusnya lebih mudah bukan?

Keputusan yang kita ambil akan selalu pro dan kontra. Sekelas Nabi saja juga mengalami hal itu. Apalagi kita? So, tidak usah pusing dengan nyinyiran orang. Kritik hari ini harus bersolusi tidak hanya abab-abab tanpa penyelesaian. Tentang hidup: cinta, pekerjaan, usaha, sosial, semua ada tujuannya. Kalau memang mereka belum bersepakat tapi justru menghujat. Tetaplah pada tujuanmu! Karena itu yang dapat membungkam dan membedakan antara kamu dan mereka.

 

13 KOMENTAR