https://pixabay.com/free-photos

Menikmati perjalanan itulah yang beberapa hari ini menjadi nalar. Terlebih perpindahan selalu berkonsekuensi pada perubahan, entah dari sisi lingkungan maupun diri kita sendiri. Perjalanan bisa dikatakan sebagai proses menuju ataupun menjadi. Sehingga kita bisa belajar dari setiap hal yang pernah kita jalani.

Dalam setiap perjalanan harusnya ada tujuan yang jelas. Bahkan semua orang sudah tahu itu dan tidak menjadi soal yang baru. Namun, saat kita ditanya apa tujuanmu? Sedikit sekali yang bisa menjawab dengan yakin dan jelas. Tujuan bisa saja berubah atau beradaptasi pada keadaan yang memungkinkan. Bukan berarti kita tidak punya tujuan pasti, tetapi lebih pada memastikan tujuan ini relevan atau tidak.

Bolehlah kita mempunyai tujuan yang sangat luar biasa. Tidak ada yang melarang, mungkin hanya akan ditertawakan sinis sama teman-teman. No problem, ini adalah tujuanmu tidak perlu mengharap mereka mengerti dan peduli. Lha, Β yang membawa misi agama saja ada yang tidak percaya. Apalagi kamu yang hanya membawa wacana. Selow aja, tetap percaya diri dan lakukan yang terbaik. Nanti mereka juga akan paham kalau semua itu menjadi kenyataan.

Komitmen menjadi hal penting untuk dipahami. Bukan hanya sekedar ingat, tetapi take action juga. Buat apa tujuan itu kamu buat kalau tidak untuk dicapai? Hal ini juga semua orang tahu, yang jarang dipahami adalah caranya. Sudah tahu tujuan menjadi step awal yang bagus. Apalagi tujuan itu besar dan berdampak pada kemaslahatan. Lalu caranya? Ya dicoba! Dengan kamu komitmen pada tujuan. Kamu tentu akan menemukan banyak cara yang tidak terpikirkan sebelumnya. Meski semua itu di antara kegagalan, jangan pernah ragu untuk melangkah.

Konsisten menjadi magnet yang luar biasa untuk menarik tujuan-tujuan lain yang akan mempermudah tujuanmu. Pertemuan segala sesuatu di dunia ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam tujuan. Mungkin tujuanmu bisa jadi sama dengan manusia di belahan bumi yang lain. Jadi jangan pernah merasa sendiri dan satu-satunya.

Sederhana sekali, saat penjual bakso keliling dan berhenti di tempat-tempat tertentu. Apa tujuannya? Ya menjual bakso untuk mendapatkan keuntungan. Pada awalnya banyak orang yang lewat dan tidak menghiraukan. Karena dia konsisten akhirnya satu, dua orang mulai beli. Hingga lama-lama penjual bakso ini memutuskan untuk menyewa tempat dan tidak keliling lagi. Lalu apa yang terjadi? Tentu para pembeli yang gantian datang ke penjual bakso. Tidak penjual bakso yang mendatangi pembeli.

Kemudian pertanyaannya, seberapa besar kamu menikmati perjalanan ini? Perjalanan untuk mengapai tujuanmu. Hal ini menjadi dasar dari komitmen dan konsistensi diri. Bahkan bisa dikatakan para orang-orang yang berjiwa besar itu adalah penikmat ulung atas perjalanan hidupnya. Kamu kapan?

Kalau urusan menyelesaikan soal saja banyak cara untuk mengerjakannya. Alasan apa yang membuat kamu untuk tidak melakukan apa-apa? Cara tidak harus sama, dengan begitu kamu akan kaya solusi dan berbagai macam rumus untuk menggapai tujuanmu. Ingat, bukan dengan waktu yang sebentar. Perjalanan ini sampai seumur hidupmu. So! Jangan cepat merasa bosan untuk hal-hal yang menuju kebaikan.

Jangan lupa, rayakan pencapaianmu sekecil apa pun itu. Sebagai penghargaan juga rasa syukur atas apa yang kamu jalani. Setidaknya dengan begitu akan menumbuhkan energi positif untuk lebih baik lagi dan lagi. Jangan sampai kamu mati sebelum waktunya. Artinya, sudah putus asa sebelum sampai pada tujuan.

1 KOMENTAR