sumber: pixabay.com/MapleHorizons

Setiap hari, kita sebagai makhluk hidup memang tak bisa terlepas dari yang namanya makan. Omong-omong soal makanan, kadang kita makan untuk berbagai tujuan. Ada yang sekadar mengenyangkan perut supaya kembali bertenaga untuk beraktivitas, ada yang amat butuh makan untuk kesembuhan suatu penyakit seperti di rumah sakit, ada yang makan karena sekadar ingin mengunyah, bahkan ada pula yang makan untuk tujuan membahagiakan diri.

Dalam sehari, setiap orang memiliki frekuensi makan yang berbeda-beda. Pasti ada yang 3 kali, ada yang kurang dari 3, bahkan ada pula yang melebihi 3. Bahkan ada pula yang mungkin hanya satu kali dengan porsi tiga kali makan yang digabung sekaligus. Terlepas dari jenis makanannya, ternyata waktu dan porsi makan amat berpengaruh ke kondisi kesehatan kita lho, termasuk berpengaruh ke berat badan.

Tak heran jika akhir-akhir ini banyak penyakit yang muncul akibat gaya hidup yaitu pola makan yang salah. Salah satunya adalah soal jadwal dan kebiasaan makan makan.

Pentingnya makan teratur dan tidak melewatkan jam makan

Ketika kita sudah punya suatu kebiasaan lalu tiba-tiba kebiasaan itu berubah menjadi suatu kebiasaan baru, apa yang akan terjadi? Mungkin kita sedikit kaget dan butuh tahap untuk menyesuaikan diri. Begitu pula tubuh kita.

Ketika kita terbiasa makan 3 kali sehari di jam-jam tertentu, tubuh kita pasti akan memberi kode lapar di jam-jam tersebut. Kemudian ketika tiba-tiba jam makan berubah, apa yang terjadi? Bisa saja kita lemas kelaparan, mengantuk, dan susah berkonsentrasi.

Hal tersebut baru kode-kode jelas oleh tubuh supaya kita lebih peka. Padahal tubuh juga punya kode-kode yang tidak akan bisa kita rasakan. Misalnya, metabolisme yang terganggu. Ketika ada perubahan kebiasaan jam makan, mulai dari otak hingga seluruh tubuh akan berkoordinasi menyesuaikan diri dengan perubahan yang kita lakukan.

Proses-proses yang saling berhubungan yang dialami tubuh untuk menyesuaikan dengan perubahan waktu selama 24 jam tersebut disebut circadian rhythms. Jika circadian rhythms mengalami gangguan akibat perubahan jam makan tadi, maka dapat menyebabkan kita justru makan lebih banyak, bahkan memicu obesitas, peningkatan tekanan darah, dan diabetes.

Sudah, tidak usah dipikirkan soal istilah tersebut. Yang terpenting adalah makan teratur dan tidak skip-skip makan. Oke? Yuk, coba!

Porsi sarapan sebaiknya lebih banyak daripada makan malam

Secara umum, frekuensi makan kita memang 3 kali sehari, yaitu pagi (sarapan), siang, dan malam. Kalau sudah terbiasa makan 2 kali, sebaiknya sarapan ini tidak dilewatkan, terutama sebelum jam 9 pagi. Soalnya kalau lebih dari itu namanya sudah bukan sarapan lagi. Bagaimanapun, jadikan sarapan ini hal yang wajib kita lakukan.

โ€œBreakfast is the most important meal of the day and I definitely have a hearty breakfast before I do anything.โ€ – Mayer Hawthorne

Melewatkan sarapan itu rugi lho, karena justru menyebabkan pembentukan lemak tubuh lebih banyak sedangkan pemecahan lemaknya sedikit. Jangan benci lemak dulu, karena lemak juga bermanfaat bagi tubuh. Hanya saja, kalau berlebihan ditimbun pasti merugikan. Di samping itu, porsi sarapan ini juga harus kita perhatikan.

Porsi sarapan sebaiknya lebih banyak daripada makan malam. Kita biasanya terbalik, sarapan justru sangat sedikit asal perut terisi, tetapi saat malam hari justru makan besar-besaran. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa sarapan dengan kalori yang lebih tinggi daripada makan malam lebih bermanfaat dalam menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan menekan rasa lapar supaya tidak makan terlalu banyak seharian.

Menghindari makan berlebihan pada malam hari juga bermanfaat dalam memperbaiki gula darah dan profil lemak (kolesterol, HDL, LDL, dan trigliserida) yang berpengaruh dalam mencegah penyakit diabetes dan penyakit jantung.

Nah, sebelum penyakit-penyakit tersebut menyerang tubuh kita, alangkah baiknya kita cegah dengan memperbaiki pola makan. Coba, yuk. Semoga berhasil!

Referensi:ย 

Jacubowicz D, Barnea M, Wainstein J, Froy, O. High Calorie Intake at Breakfast vs. Dinner Differentially Influences Weight Loss of Overweight and Obese Women. Obesity. 2013;21:2504-2512.

2 KOMENTAR