sumber: unsplash.com/brookelark

“Our food should be our medicine. And our medicine should be our food.” – Hippocrates

Halo sobat pena yang gemar merangkai kata. Asyeek. Bagaimana kabarnya?

Sudah tahu belum kalau hari ini, 25 Januari 2019 adalah peringatan hari gizi ke-59. Mumpung sedang memperingati hari gizi nih, sepertinya tepat sekali kalau kita bahas soal gizi dan makanan. Meskipun nggak dibahas waktu hari gizi pun boleh-boleh saja sebetulnya.

Sebentar, jangan serius amat ah. Belum juga dibahas kok sudah mumet mikirin karbohidrat, protein, vitamin, lemak, dan antek-anteknya yang harus diatur sedemikian rupa. Kalem, Gengs. Tarik napas dulu. Kita bahas simpelnya saja, oke?

Kenapa sih makanan itu krusial banget kita bahas? Jelas dong. Tiap hari kita makan makanan, bukan? Minum juga, sih. Hehehe.

Sobat harus tahu kalau makanan itu salah satu hal yang memiliki peran yang besar dalam hidup kita. Dari kita masih dalam kandungan, inget nggak? Nggak ya? Sama sih.

Makanan ibu kita amat berpengaruh dalam pertumbuhan kita dari janin menjadi bayi. Ssst. Konon, makanan saja dapat mempengaruhi gen kita, lho. Kita ini adalah apa yang ibu, nenek, ibunya nenek, neneknya nenek, dan neneknya nenek nenek kita makan. Waduh.

Lalu, semenjak kita lahir hingga bontot seperti sekarang ini, masa iya nggak butuh makan? Selain itu, seperti kata quote “You Are What You Eat”, makanan yang salah dapat menyebabkan kita mengalai penyakit-penyakit tertentu. Tapi di satu sisi, makanan pula yang dapat menyembuhkan kita dari penyakit atas izin Tuhan.

Bentar, bukannya yang menyembuhkan penyakit tu obat? Ya iya, tapi minum obat tanpa makan sama aja boong, Gengs.

Nah kan jadi meleber kemana-mana. Tarik napas dulu, yuk kita coba tips supaya bisa memulai memperbaiki gizi dengan hidup sehat sebagai berikut. Mana tahu cocok, ye ‘kan?

  1. Biasakan sarapan

Witing tresna jalaran saka kulina. Jangan cuma doi yang kamu tresnani. Sarapan juga perlu, Gengs. Nggak usah dipikirin dulu deh sarapan yang bergizi seimbang tu seperti apa. Mulai saja dulu, sarapan tiap hari sebelum jam 9 pagi, okay? Jangan nunggu ada yang ngingetin deh, masa gara-gara doi doang gizimu jadi buruk. Hellow. Dia bukan vitamin dan antek-anteknya. Oh ya, sarapan kafein boleh, tapi jangan kafein saja.  Lemes di siang hari waktu beraktivitas baru tahu rasa lu!

  1. Makan dengan teratur

Sobat biasanya makan jam berapa? Misalnya nih, biasanya sarapan jam 8, lalu makan siang jam 1 siang, dan makan malam jam 6 sore, ya lakukan terus seperti itu. Jamnya nggak harus tepat-tepat amat kok. Yang penting jangan terlalu menyimpang, misalnya biasa makan siang jam 1, tiba-tiba besoknya berubah jadi jam 4, besoknya lagi jam 2. Duh. Chat-an sama doi saja tepat waktu masa buat perut berubah-ubah? Satu lagi, usahakan untuk nggak melewatkan makan juga, ya.

  1. Makan beraneka ragam makanan

Sob, ada kalanya kita memang bokek abis. Tapi bukan berarti kita makan Ind*mie terus. Bolehlah sesekali. Wong kita nggak diendorse kok makan terus-terusan? Lalu, kalau kita suka ayam, ya jangan ayaaaam terus yang kita makan tiap hari. Kalau populasi ayam punah, kamu mau makan apa? Imbangi dengan makanan lain, ganti-gantilah. Karena satu macam makanan saja tidak bisa mencukupi semua kebutuhan gizi tubuh. Harus saling melengkapi, seperti aku dan kamu yang menjadi kita. Asyeeek.

  1. Rutin konsumsi sayur dan buah

Jangan benci sayur, Gengs. Rasanya mungkin nggak seenak steak daging, tapi dia menolongmu dari para lemak-lemak jahat dan penyakit-penyakit, lho. Yuk perlakukan si sayur ini seperti kamu yang selalu ada untuk doi. Usahakan tiap makan ada sayurnya, ya. Yang nggak doyan sayur, coba deh sayurnya dikreasikan jadi menu-menu menarik seperti di sini. Oh ya, buah ini temennya sayur, jadi jangan tinggalkan dia, Gengs. Buah dan sayur ini punya banyak serat, vitamin, dan zat-zat gizi lain yang nggak bikin kamu loyo. Coba, yuk.

  1. Beraktivitas fisik secara teratur

Jangan diem-diem bae, Sob. Coba yuk ada aktivitas fisik setiap hari. Syukur bisa menerapkan olahraga secara rutin. Kalau susah memulai, coba saja kita terapkan seperti: jalan kaki ke tempat yang nggak terlalu jauh, naik turun tangga dan kurangi naik lift, mengerjakan pekerjaan rumah, belanja di pasar, atau jalan-jalan di mall. Percayalah, ini memang berat, Gengs kalau kita mager. Tapi, buang jauh-jauh magermu, yuk gerak! Biar badanmu nggak klewer-klewer banyak lemak. Nabung tu otot, bukan lemak. Selain itu, aktivitas fisik yang rutin akan membuat kita lebih sehat menghadapi masa tua nanti. Jangan sampai dong dikit-dikit encok pas gendong cucu. Nggak seru banget.

  1. Komitmen melakukan 5 hal di atas

Ini yang paling penting. Komitmen dan konsisten. Jangan hubungan doang yang penginnya ada komitmen. Badan kita juga butuh, keleus. Komitmen untuk hidup sehat. Kalau susah, ajak temen atau pasangan yang bisa saling mengingatkan untuk hidup sehat. Jangan nunggu-nunggu, ayo gas sekarang!

Kurang lebih itu saja, Gengs. Sebenarnya masih banyak, tapi takut memenuhi website penakata dengan isi soal gizi doang, dimarahin adminnya ‘kan payah. Lagipula, tips kalau kebanyakan ntar kamu megap-megap sesak napas. Sekian, semoga bermanfaat.

Selamat Hari Gizi Nasional.

12 KOMENTAR